BEWARA!
You are here: Home >> Berita Sumedang >> Para Kolektor Batu Keramat Berharap Adanya Museum

Para Kolektor Batu Keramat Berharap Adanya Museum

Foto: Kabar Priangan
DARMARAJA, Para pemelihara batu alam dan batu yang dianggap keramat di daerah Dar­maraja, barharap adanya pihak yang mau mengelola dan mengkoordinir koleksi dari semua koleksi batu keramat yang sudah ada.
 
Diyakini batu keramat itu bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyara­kat, terlebih de­ngan ba­nyak­nya penawar­an dari ber­bagai kalangan yang me­nyukai batu keramat.

“Ada beberapa orang yang sekarang mengoleksi batu-batu alam yang dianggap keramat. Kenapa dianggap keramat? Karena memang batu-batu tersebut didapat dengan petunjuk, bukan sengaja dicari atau ditemukan, jadi kami memandang batu tersebut me­rupakan batu keramat,” ujar Endang Suhendar (44), warga Dusun Lameta, Desa Leuwihideung, Kec. Darmaraja, baru-baru ini.

Menurut Endang, koleksi batu tersebut merupakan kekayaan alam dan khazanah yang dimiliki Sume­dang sebagai daerah kerajaan dulunya, sehingga, lan­jut Endang, tak ada sa­lahnya jika pemerintah me­ngupayakan fasilitas untuk tempat memelihara dan menjaga batu keramat itu.

“Inilah kekayaan Sume­dang, yang diwariskan dari leluhur, walaupun cuma ba­tu, namun kalau kita si­kapi pasti mempunyai nilai yang tinggi, karena dari keunikan dan nilai sejarahnya,” ungkap Endang.


Batu keramat yang di­koleksi beberapa orang di Darmaraja, memang mempunyai keunikan tersendiri, bahkan sebagian orang se­ring menghubungkannya dengan unsur magis. Na­mun begitu, para kolektor melihatnya sebagai peninggalan kekayaan yang harus dilestarikan.

“Tergantung orang me­nyi­kapinya, yang jelas tak ada salahnya jika kita me­ra­wat batu keramat tersebut, kalau tahu batu-batu tersebut sudah banyak yang menawar dengan harga mahal, bahkan yang ingin memiliki adalah orang luar negeri,” papar Endang.

Endang sangat berharap adanya tempat untuk me­ngumpulkan ko­leksi batu-batu keramat itu, agar da­lam pengelolaannya bisa terorganisasi dan bisa ber­manfaat bagi masyara­kat Sumedang. 
“Ya inginnya seperti mu­seum, supados batu tiasa dipajang, teras sugan we atuh janten ba­rang nu unik nu tiasa dipasarkeun ka mana-mana, da eta ge sateuacanna ari nu nawis mah tos seueur, mung lang­kung saena aya nu ngordinir,” kata Iri Les­ma­na (55) kolektor lainnya. E-46***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top
More in Berita Sumedang, Darmaraja (340 of 535 articles)