BEWARA!
You are here: Home >> Artikel >> Makam Keramat Jaya Rd. Natakusumah di Ujungjaya
Makam Keramat Jaya Rd. Natakusumah di Ujungjaya

Makam Keramat Jaya Rd. Natakusumah di Ujungjaya

Terkait Siliwangi, Diziarahi Pengalap Berkah dari Berbagai Kota.

Oleh
Erik A Kurnia

Beragam cara orang mencari peruntungan. Meski sudah berusaha dan mempunyai hasil yang tetap terkadang manusia masih merasa kurang. Kekurangan itu pun dipenuhinya dengan jalan spiritual. Satunya dengan jalan ziarah ke makam-makam yang dijadikan tempat ngalap berkah.

Makam Keramat Jaya Rd. Natakusumah yang berada di Desa Ujungjaya Kecamatan Ujungjaya, yang berada persis di jalan satu Ujungjaya (Cirebon – Jakarta) ini salah satu tempat yang menjadi jugjuga para peziarah dari berbagai kota.

Kesan memasuki makam ini memang berbeda dari makam kramat yang lainnya. Suasana rimba begitu kentara terasa lantaran makam kramat ini berada di sebuah areal pemakaman umum yang masih rimbun dengan pohon-pohon tua tinggi menjulang.

Sepintas sebuah bangunan yang dipagar dengan plang bertuliskan cagar budaya tersebut hanyalah bangunan biasa. Namun, rupanya setelah didekati mulai jelas kalau banguna mirip rumah tinggal itu merupakan sebuah makam yang dikeramatkan warga sekitar.

Di depan makam itu terdapat patung harimau besar bercorak loreng dengan di atas kepalanya seperti ditaburi bunga-bungaan. Dari jauh di samping makam ada sebuah bangunan lagi yang tidak tertutup seperti makam. Disitu banyak orang berkerumun, setelah didekati ternyata mereka itu tengah datang berziarah.

Nurhidayat, 43, seorang juru kunci makam tersebut menuturkan dirinya memang belum memiliki SK resmi sebagai kuncen dari organisasi perkumpulan kuncen, namun lantaran tidak ada lagi kuncen di desa itu akhirnya Dayat mendapat tugas itu dari desa langsung.

“Makam Rd Natakusumah ini tidak lepas dari sejarah Ujungjaya, yang di mata masyarakat Ujungjaya ia merupakan seorang tokoh sejarah,” terang Dayat. Ia juga menuturkan kalau Natakusumah juga sangat berhubungan erat dengan cerita Siliwangi.

Hanya saja Dayat mengeluhkan dengan kondisi kurang terpeliharanya bangunan lantaran kurangnya bantuan dari pemerintah.

“Seperti dilihat kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan terutama bagian atap makam sudah keropos,” ungkap Dayat.

Menurutnya jumlah peziarah yang datang ke makam itu terbilang tidak terlalu banyak.

“Tetapi, dari semua kota kerap datang kesini sampai bermalam beberapa hari disini,” sebut Dayat ada yang dari Jakarta, Bandung, Cirebon begitupun juga dari Sumedang sendiri.

Mungkin lantaran dekat dengan jalan raya, makam ini meski tidak banyak peziarah namun kerap didatangi. Semuanya, terang Dayat memiliki satu tujuan yakni ngalap berkah, terlebih sebagian besar para peziarahnya adalah para pedagang atau pengusaha.

Sumber: historiamag.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top
More in Artikel, Ujungjaya (9 of 33 articles)
Wisma Gending