Bandung – Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jawa Barat periode 2025–2030 resmi dilantik di Hotel Savoy Homan, Jumat (13/2/2026). Pelantikan ini bukan hanya agenda seremonial lima tahunan, tetapi juga menjadi momen kembalinya PDGI ke tempat bersejarah yang menjadi lokasi berdirinya organisasi tersebut 76 tahun silam.
Ketua Pengurus Besar (PB) PDGI, drg. Usman Sumantri, MSc, memimpin langsung prosesi pelantikan Pengurus Wilayah PDGI Jawa Barat bersama 24 Ketua Cabang PDGI kabupaten/kota se-Jawa Barat. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat serta pemangku kepentingan bidang kesehatan.
Pemilihan Hotel Savoy Homan sebagai lokasi pelantikan memiliki makna historis mendalam. Pada 22 Januari 1950, organisasi profesi dokter gigi tersebut didirikan di hotel yang sama. Momentum ini menjadi pengingat perjalanan panjang PDGI dalam mengawal profesionalisme dan peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.
Ketua Pengurus Wilayah PDGI Jawa Barat terpilih, drg. Rahmat Juliadi, M.H.Kes., mengatakan pelantikan di tempat bersejarah itu menjadi simbol kesinambungan perjuangan organisasi.
“Kami sengaja memilih tempat yang memiliki nilai historis bagi PDGI. Di sinilah organisasi ini lahir pada 22 Januari 1950. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga marwah dan semangat pengabdian profesi,” ujar drg. Rahmat kepada wartawan usai pelantikan.
Ia menegaskan, pelantikan ini menandai dimulainya komitmen lima tahun ke depan untuk menjawab tantangan organisasi profesi, terutama setelah disahkannya Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal komitmen kami untuk menghadapi tantangan organisasi profesi yang semakin besar. Peran organisasi profesi harus semakin adaptif, profesional, dan kolaboratif,” katanya.
Dalam paparannya, drg. Rahmat menyebut Jawa Barat menghadapi persoalan kesehatan gigi dan mulut yang cukup serius. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di Jawa Barat mencapai 63,4 persen, lebih tinggi dibanding angka nasional sebesar 56,9 persen.
Dengan jumlah penduduk sekitar 51 juta jiwa, lebih dari 32 juta warga Jawa Barat diperkirakan mengalami permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Namun, hanya sekitar 11 persen masyarakat yang berobat ke dokter gigi.
“Rendahnya angka kunjungan ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan akses pelayanan, rasa takut terhadap perawatan, hingga faktor biaya. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” ucapnya.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat ditangani satu pihak saja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, institusi pendidikan, dan masyarakat.
“Diperlukan peran dan kolaborasi semua stakeholder. PDGI Jawa Barat siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat,” tegas drg. Rahmat.
Acara pelantikan turut dihadiri Gubernur Jawa Barat yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, pimpinan DPRD Jawa Barat, Kabiddokkes Polda Jawa Barat, Kakesdam III/Siliwangi, para ketua organisasi profesi kesehatan, serta para dekan Fakultas Kedokteran Gigi di Jawa Barat, yakni FKG Unpad, FKG Unjani, FKG Maranatha, dan FKG UMEDS Bekasi.
Bersamaan dengan pelantikan pengurus wilayah, drg. Rahmat Juliadi juga melantik 24 Ketua Cabang PDGI kabupaten/kota se-Jawa Barat. Seluruh pengurus yang dilantik mengucapkan ikrar untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, menjunjung tinggi kode etik dan martabat profesi dokter gigi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kembali digelarnya pelantikan di Hotel Savoy Homan menjadi simbol semangat baru PDGI Jawa Barat. Di tempat organisasi itu lahir, para pengurus baru menegaskan komitmen untuk melanjutkan sejarah pengabdian dan menghadirkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih merata, berkualitas, dan berkeadilan bagi masyarakat Jawa Barat lima tahun ke depan.








