Info Sumedang | Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyebut musibah longsor di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, sebagai pengingat pentingnya keselamatan kerja, khususnya pada aktivitas pembangunan di wilayah rawan bencana.
Bupati Sumedang menyampaikan duka cita mendalam atas musibah longsor yang terjadi di lokasi pembangunan rumah di Dusun Cintamanah, Desa Cisempur, Jumat (02/01/2026). Peristiwa tersebut menimbun para pekerja bangunan dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Baca Juga :Wabup Sumedang Mulai Persiapan Pembangunan Mako Satpol PP
Berdasarkan laporan yang diterima Bupati, terdapat delapan pekerja di lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, empat orang meninggal dunia, dua pekerja berhasil diselamatkan dari timbunan longsor, sementara dua pekerja lainnya berhasil lolos saat kejadian berlangsung.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan kerja ini. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Bupati Dony.
Bupati memastikan bahwa seluruh korban yang tertimbun telah berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Sementara itu, para korban selamat telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Cisempur dan RS Universitas Padjadjaran.
“Alhamdulillah, proses evakuasi sudah selesai dan seluruh korban telah ditemukan. Saya mengapresiasi kerja cepat dan kerja keras seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD Provinsi, Satpol PP, relawan, hingga masyarakat setempat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa musibah longsor Cisempur harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di wilayah dengan kondisi geografis rawan longsor.
“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua. Walaupun takdir berada di tangan Tuhan, ikhtiar keselamatan harus menjadi prioritas. Setiap pekerjaan, khususnya di lokasi rawan longsor, wajib mengikuti standar keselamatan dan aturan yang berlaku,” tegas Bupati.
Bupati Dony juga meminta jajaran terkait untuk melakukan evaluasi serta pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas pembangunan di daerah rawan bencana, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
“Keselamatan jiwa harus selalu menjadi yang utama,” pungkasnya.(Dhs)











