Infosumedang.com – Sosok muda yang telah cukup lama berkecimpung dalam pemerintahan Desa Cijeruk kini mengambil langkah baru. Tarmana, yang akrab disapa Entuy atau lebih dikenal warga sebagai Pak Kadus, maju sebagai salah satu calon Kepala Desa Cijeruk.
Sebelum mencalonkan diri, Tarmana diketahui telah mengabdi selama dua periode sebagai Kepala Dusun (Kadus) 3 Lembur Sawah. Pengalaman tersebut menjadi modal baginya untuk memahami secara langsung kondisi serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa.
Dalam pencalonannya, Tarmana menegaskan komitmennya untuk membangun Desa Cijeruk agar semakin baik. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk tetap berada di tengah-tengah masyarakat tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang warga.
Menurut Tarmana, kepercayaan dan penilaian masyarakat merupakan hal utama dalam menentukan arah kepemimpinan desa ke depan. Karena itu, ia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai visi, misi, serta rekam pengabdiannya selama ini.
“Saya sepenuhnya yakin, masyarakat sekarang lebih pintar dalam menilai, memilih, dan menentukan masa depan lingkungannya,” ujar Tarmana.
Ia mengatakan, pencalonannya berangkat dari tekad dan niat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ia juga ingin pembangunan desa dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan warga.
“Saya hanya punya tekad dan niat. Saya ingin sepenuhnya memberikan pelayanan, membangun wilayah, serta bersama-sama masyarakat berkolaborasi untuk menuju arah yang lebih baik,” tegasnya.
Dinilai Dekat dengan Masyarakat
Sementara itu, salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan menilai Tarmana sebagai sosok yang cukup dekat dengan masyarakat. Menurutnya, calon kepala desa nomor urut 3 tersebut dikenal ramah, mudah diajak berkomunikasi, serta tidak menjaga jarak dengan warga.
“Nu penting mah teu era jeung teu segan mun urang engke aya nanaon nu rek ditepikeun,” ungkapnya.
Dalam bahasa Indonesia, pernyataan tersebut kurang lebih berarti, “Yang penting nantinya kita tidak malu atau segan ketika ingin menyampaikan sesuatu.”
Ia menambahkan, kedekatan Tarmana dengan masyarakat bukan hanya terlihat menjelang pemilihan kepala desa. Menurutnya, Tarmana telah menunjukkan kepedulian tersebut sejak jauh sebelum kontestasi Pilkades berlangsung.
“Beliau selalu hadir ketika ada masyarakat yang mengalami kesulitan ataupun sedang berduka. Tidak mengenal waktu, bahkan ketika malam hari atau hujan deras. Hal itu sudah sering beliau lakukan jauh-jauh hari, bahkan pada periode sebelumnya ketika belum ada pemilihan kepala desa,” tuturnya.
Ia berharap, siapa pun yang nantinya memimpin Desa Cijeruk dapat menjadi sosok yang dekat dengan masyarakat, memahami persoalan warga, serta mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan pengalaman dua periode sebagai kepala dusun dan kedekatannya dengan warga yang disampaikan sejumlah masyarakat, Tarmana kini membawa tekad tersebut ke arena pemilihan Kepala Desa Cijeruk.









