SURIAN – Kondisi jalan menuju Surian di Blok Haurpapak kembali ambles menyusul gerakan tanah yang sangat tinggi. Pemkab Sumedang sudah tiga kali melakukan perbaikan di kawasan ini, namun jalan kerap ambles kembali. Hasil kajian menunjukkan jalan harus direlokasi, namun karena menggunakan lahan hutan, harus mengajukan izin ke Kementerian Kehutanan yang hingga kini belum turun.
“Kami berusaha memperbaiki kondisi jalan di kawasan Haurpapak. Namun dengan kondisi tanah yang labil dan terus menerus terjadi pergerakan tanah, hasil pekerjaan tidak bisa optimal,” kata Kepala Dinas PUTR Sumedang Andri Indra Widiyanto beserta jajaran saat melaksanakan pengecekan Jalan Surian di blok Haurpapak, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga:Bupati Dony Resmikan Pengecetan Kanstin Jatinangor, Terus Berbenah Tata Kawasan
Andri menjelaskan, penanganan Jalan Haurpapak akan segera dilaksanakan dalam minggu ini. Ia meminta partisipasi masyarakat, terutama untuk pembersihan bahu jalan karena akan dilakukan pelebaran sementara bahu jalan akibat adanya patahan beton yang mengharuskan jalur dialihkan.
“Kami mohon juga masyarakat bisa berpartisipasi. Terutama untuk pembersihan bahu jalan. Karena akan lebarkan sementara bahu jalan. Karena adanya patahan beton akan sedikit dialihkan jalur ke bahu jalan. Minggu ini mulai diperbaiki,” jelasnya.
Andri menegaskan, PUTR berkomitmen dan berupaya akan terus memperbaiki jalan menuju Surian ini. Penanganan sementara di Haurpapak akan dilakukan dengan pemasangan bronjong agar jalan di bawah tidak terputus.
“Kami akan lakukan penanganan sementara khusus di Haurpapak. Akan lakukan treatment pemasangan bronjong agar jalan di bawah tidak terputus,” tegasnya.
Untuk penanganan permanen, jalur Haurpapak akan direlokasi namun masih terkendala izin dari Kementerian Kehutanan.
“Mudah-mudahan izin dari Kemenhut turun di awal tahun 2027, relokasi jalan Haurpapak akan segera dilaksanakan,” ujarnya.











