SUMEDANG — Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang memperkuat edukasi dan penanaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang.
Menurut Fajar, generasi muda menghadapi berbagai pengaruh negatif, mulai dari kekerasan, persoalan perilaku seksual hingga paparan paham radikal. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila dinilai penting untuk membangun daya tahan anak muda terhadap berbagai pengaruh tersebut.
Baca Juga : Bupati Sumedang Minta Desa Pastikan Warga Tak Kelaparan dan Kekurangan Air Bersih
“Kesbangpol harus lebih kreatif dalam mengedukasi dan menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila kepada anak-anak muda agar mereka memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh negatif,” ujar Fajar saat memberikan Pembinaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kantor Kesbangpol Kabupaten Sumedang, Kamis (30/7/2026).
Ia menilai upaya tersebut tidak cukup dilakukan hanya melalui pendekatan konvensional. Kesbangpol didorong mencari cara yang lebih kreatif dan relevan dengan karakter generasi muda agar pesan tentang Pancasila dapat diterima secara lebih efektif.
Selain penguatan ideologi, Fajar menekankan pentingnya membangun mentalitas aparatur Kesbangpol. Menurutnya, kekuatan internal organisasi menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pembinaan masyarakat.
“Mentalitas pegawai Kesbangpol harus kuat, harus ada solidaritas. Kalau ada permasalahan, mari kita selesaikan bersama. Saya ingin menanamkan loyalitas ASN kepada Kabupaten Sumedang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menjelaskan bahwa pembinaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tidak sebatas memenuhi kebutuhan administrasi. Pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang akuntabel, efektif dan berintegritas.
“Pembinaan SAKIP ini menjadi mitigasi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik sehingga setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk memperkuat perlindungan terhadap generasi muda, Fajar meminta Kesbangpol meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk instansi vertikal.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor diperlukan agar berbagai potensi persoalan sosial yang menyasar anak muda dapat dicegah dan ditangani secara lebih cepat.
“Maka dari itu kita tingkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan instansi vertikal untuk menghindari anak muda dari berbagai paparan negatif,” katanya.
Fajar juga menyoroti perkembangan ruang digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja. Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan media sosial dan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya melindungi generasi muda dari konten maupun pengaruh yang membahayakan.
“Kunci pentingnya adalah perlunya pengawasan yang ketat, khususnya pada ruang digital dan teknologi. Anak-anak sekarang banyak bermain media sosial,” ujarnya.
Ia meminta perangkat daerah terkait segera melakukan intervensi apabila ditemukan konten atau pengaruh negatif yang berpotensi membahayakan anak-anak dan remaja di Kabupaten Sumedang.
Dengan penguatan nilai Pancasila, soliditas aparatur, kolaborasi lintas instansi dan pengawasan ruang digital, pemerintah daerah berharap pembinaan generasi muda dapat dilakukan secara lebih efektif dalam menghadapi tantangan sosial yang terus berkembang.(Dhs)











