INFO SUMEDANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajak seluruh warga Sumedang gencar mempromosikan keindahan alam sekaligus membersihkan sampah demi membangun citra positif daerah. Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri acara Ekosistem Budaya Kasumedangan dalam rangka Hari Jadi ke-448 Sumedang, Jumat (24/4/2026). Dedi menekankan bahwa kebersihan lingkungan dan promosi masif menjadi kunci utama menarik wisatawan. Ia pun meminta masyarakat tidak hanya bangga pada warisan leluhur, tetapi juga aktif memperbaiki daerahnya.
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, Sumedang menyimpan potensi alam luar biasa. Mulai dari perbukitan hijau, hamparan sawah terasering, hingga beragam khasanah budaya tradisional. Namun, semua kekayaan itu tidak akan berarti tanpa dukungan promosi yang kuat dan penataan kawasan yang rapi.
Baca Juga : Arti Di Balik Logo Hari Jadi Sumedang Ke 448
“Bangun branding yang baik-baik, promosikan alamnya yang indah-indah, gunungnya, sawahnya. Sampaikan bahwa Sumedang bagus,” tegas Dedi di hadapan ratusan warga yang hadir. Ia menambahkan, warga juga harus merawat jalanan dan membersihkan sampah secara kolektif.
Dedi menjelaskan, daerah yang bersih dan tertata rapi akan meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung. Sebaliknya, tumpukan sampah di sudut kota dapat merusak citra Sumedang di mata wisatawan. Karena itu, ia meminta setiap elemen masyarakat turun tangan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
“Ditata dan diperbaiki. Diurus jalannya, bersihkan sampahnya,” ujar Dedi dengan tegas.
Ia meyakini, dengan kebersihan, kerapihan, dan orisinalitas alam yang terjaga, Sumedang akan mampu kembali ke masa kejayaannya. Dedi menyebut masa lalu Sumedang sebagai daerah yang gemah ripah repeh rapih, yakni subur, makmur, tenteram, dan rapi.
Dedi juga mengingatkan warga agar tidak melulu mempromosikan produk dari luar daerah. Menurutnya, kebanggaan terhadap produk lokal harus terus dipupuk. “Orang Sumedang menciptakan tahu maka lahir Tahu Sumedang, menciptakan Cilembu menghasilkan Ubi Cilembu,” ungkapnya.
Baginya, produk unggulan lokal dan keindahan alam merupakan dua sisi mata uang yang harus dibanggakan secara bersama. Keduanya saling mendukung dalam membangun ekonomi kreatif berbasis pariwisata. Jika alam bersih dan produk terkenal, wisatawan pun akan datang berlibur sekaligus berbelanja.
Perlu Sinergi Semua Pihak
Dedi berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan pelaku wisata, segera bersinergi. Ia meminta mereka membangun citra positif Sumedang di mata dunia luar secara kolektif. Tidak boleh ada lagi sektor yang bekerja sendiri-sendiri tanpa koordinasi.
“Kalau alamnya indah, sampahnya bersih, jalannya bagus, insya Allah wisatawan akan betah,” pesan Dedi mengakhiri sambutannya. Ia optimistis, dengan gerakan bersama yang dimulai dari hari ini, Sumedang bisa menjelma menjadi destinasi unggulan di Jawa Barat.(Dhs)











