Infosumedang.com, Sumedang – Aparat gabungan mengamankan puluhan pelajar yang diduga hendak mengikuti demonstrasi anak sekolah di Sumedang pada Senin (1/9/2025). Mereka terjaring razia di sekitar Gedung DPRD Sumedang sebelum aksi dimulai. Aksi ini mirip dengan kejadian sebelumnya di Sumedang Antisipasi Aksi Mahasiswa di DPRD yang juga melibatkan aparat gabungan.
Petugas langsung membawa para pelajar ke Kantor Satpol PP Sumedang untuk dilakukan pendataan sekaligus pembinaan. Dari 25 orang yang diamankan, 23 berstatus pelajar, sedangkan dua lainnya pria dewasa. Dalam pemeriksaan, aparat menemukan sisa minuman keras dan mendapati beberapa pelajar dalam kondisi mabuk. Selain itu, petugas juga menyita bukti berupa grup WhatsApp berisi ajakan merusak Gedung DPRD.
Pemkab Sumedang Libatkan DPKBP3A
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menegaskan bahwa pengamanan ini bertujuan mencegah kerusakan moral dan masa depan generasi muda.
“Para pelajar harus memahami agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan negatif di media sosial. Masa depan mereka sangat berharga dan tidak boleh hancur karena tindakan destruktif,” tegas Fajar.
Pemkab Sumedang melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPKBP3A). Orang tua para pelajar juga dipanggil agar proses pembinaan berjalan menyeluruh. Langkah ini sejalan dengan program Pemkab Sumedang Gerak Cepat Tangani Kasus Remaja yang menekankan pentingnya peran keluarga.
Peran Orang Tua dan Guru Cegah Anak Ikut Demonstrasi
Fajar menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam membimbing anak-anak agar tidak mudah terhasut ajakan negatif.
“Orang tua dan tenaga pendidik wajib memberikan arahan, sehingga anak-anak bisa berpikir jernih dan menolak ajakan yang menyesatkan,” ujarnya.
Artikel terkait: Pentingnya Peran Guru dalam Membina Generasi Muda di Sumedang.
Situasi Sumedang Tetap Kondusif
Hingga Senin sore, aparat bersama Pemkab Sumedang berhasil menjaga situasi tetap kondusif meski ada rencana demonstrasi anak sekolah di Sumedang. Pemerintah daerah juga membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menyalurkan aspirasi secara damai. Pemerintah sebelumnya juga berhasil menjaga ketertiban saat Ribuan Mahasiswa Rencanakan Aksi di Sumedang.
“Kami terus memantau situasi agar aksi penyampaian pendapat berlangsung tertib tanpa campur tangan pihak yang ingin memicu kerusuhan,” pungkas Fajar.











