Info Sumedang |Kasus keracunan santri di Sumedang yang menimpa 116 santri Pesantren Nuurush Sholaah, Kecamatan Cimanggung, menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih teliti dalam memilih katering, khususnya untuk kegiatan pengajian dan acara yang melibatkan konsumsi makanan massal.
Peristiwa tersebut terjadi setelah para santri mengikuti kegiatan pengajian pada Jumat malam (19/12/2025). Usai menyantap hidangan katering, sejumlah santri mengalami keluhan seperti mual, pusing, dan demam. Dari total korban, 61 santri harus dirujuk ke rumah sakit, sementara santri lainnya mendapatkan penanganan medis di lingkungan pesantren.
Keracunan Santri di Sumedang Jadi Evaluasi Keamanan Katering
Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat kepolisian bersama instansi terkait melakukan penyelidikan dengan menurunkan tim INAFIS Polres Sumedang guna memastikan penyebab pasti keracunan melalui pemeriksaan laboratorium.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa insiden ini tidak berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena pesantren tersebut tidak menerima program tersebut. Hingga kini, hasil uji laboratorium masih ditunggu untuk memastikan sumber keracunan secara pasti.
Meski penyelidikan masih berjalan, kasus ini menjadi evaluasi penting terkait keamanan pangan, terutama pada kegiatan yang menyajikan makanan dalam jumlah besar dan dikonsumsi secara bersamaan.
Imbauan bagi Warga Sumedang dalam Memilih Katering Acara
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk memastikan jasa katering yang digunakan memiliki izin resmi, menjaga kebersihan proses pengolahan, serta memperhatikan cara penyimpanan makanan agar tetap layak konsumsi.
Selain itu, warga juga disarankan menghindari pemesanan menu berisiko tinggi, terutama makanan yang mudah basi jika disimpan terlalu lama. Koordinasi antara penyelenggara acara dan pihak katering juga dinilai penting untuk memastikan makanan disajikan dalam kondisi aman.
Hingga saat ini, aparat berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran bersama, agar kasus serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Sumedang.(Dhs)











