infosumedang.com – Siapa sangka, dari sebuah screen house sederhana di pinggiran Sumedang, lahirlah anakan-anggrek yang namanya kini tercatat di database kerajaan bunga dunia. Royal Horticultural Society (RHS) Inggris – lembaga hortikultura tertua dan paling bergengsi di dunia – baru saja memberikan tiga sertifikat registrasi internasional untuk anggrek asli Sumedang.
Tapi ada yang menarik dari ketiga nama anggrek tersebut. Bukan sekadar nama ilmiah biasa, ketiganya menyimpan kisah heroik tentang Pangeran Aria Soeria Atmadja, Bupati Sumedang ke-29 yang namanya kini diabadikan untuk selamanya dalam dunia flora global.
Dendrobium Soeria: Ketika Nama Pahlawan Sumedang Hidup di Bunga Abadi
Ketiga anakan anggrek yang mendapat pengakuan dunia tersebut dinamai:
- Dendrobium Aria Soeria Atmadja
- Dendrobium Aria Soeria
- Dendrobium Soeria
Nama “Soeria” dan “Aria Soeria Atmadja” sengaja dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada Pangeran Aria Soeria Atmadja, Bupati Sumedang ke-29 yang menjabat dari tahun 1883 hingga 1919[reference:2].
“Kamu tahu enggak saya punya anak yang lahir di sini tiga?” ujar Suhara, pemilik Bojongseungit Orchid di SMK PPN Tanjungsari, sambil tersenyum bangga. Baginya, ketiga anakan anggrek ini adalah “anak” yang sekaligus menjadi penghormatan abadi bagi tokoh besar Sumedang.
Siapa Pangeran Aria Soeria Atmadja? Bupati Sumedang Terakhir Bergelar Pangeran
Pangeran Aria Soeria Atmadja lahir di Sumedang pada 11 Januari 1851 dengan nama Raden Sadeli[reference:3]. Ia adalah Bupati Sumedang terakhir yang menyandang gelar pangeran – setelah beliau, para penerusnya tidak lagi menggunakan gelar tersebut[reference:4].
Beliau juga dikenal dengan julukan Pangeran Mekah karena di akhir hayatnya berhasil menunaikan ibadah haji[reference:5]. Sepanjang masa pemerintahannya selama 37 tahun, Pangeran Aria Soeria Atmadja dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, cerdas, dan sangat dikagumi, bahkan oleh pemerintah Belanda sekalipun[reference:6].
Beberapa kontribusi heroiknya yang masih dikenang hingga kini:
- Menggagas Bank Priyayi untuk membebaskan rakyat Sumedang dari jeratan lintah darat[reference:7]
- Berperan penting dalam pembangunan Cadas Pangeran, jalur penghubung antar wilayah[reference:8]
- Mewakafkan banyak tanah untuk kegunaan keagamaan dan kesejahteraan rakyat[reference:9]
- Menguasai beberapa bahasa asing: Inggris, Prancis, dan Belanda[reference:10]
Mengapa Namanya Diabadikan untuk Anggrek Kelas Dunia?
Pemilihan nama “Soeria” untuk anggrek hibrida yang diakui RHS bukanlah kebetulan. Menurut Suhara, pembibit di Bojongseungit Orchid, sosok Pangeran Aria Soeria Atmadja dipilih karena kegigihannya dalam mengembangkan pendidikan dan agrobisnis di Sumedang.
Kebijakan-kebijakan beliau di bidang pertanian, peternakan, hingga pendidikan menjadi fondasi bagi kemajuan Sumedang hingga hari ini[reference:11]. Dengan menyematkan namanya pada anggrek yang diakui dunia, Suhara ingin meneruskan warisan semangat pembangunan yang dulu digaungkan sang pangeran.
Dampak Prestasi: Pariwisata, Ekonomi, dan Pendidikan
Apa artinya bagi Sumedang? Sangat besar.
- Pariwisata – Screen house Bojongseungit Orchid diprediksi akan menjadi destinasi wisata edukasi baru bagi pecinta tanaman hias, pelajar, dan peneliti.
- Ekonomi – Nilai jual anggrek hibrida bersertifikat internasional bisa melambung tinggi, membuka peluang ekspor dan UMKM bunga hias.
- Pendidikan – SMK PPN Tanjungsari semakin dikenal sebagai pusat keunggulan agribisnis.
- Sejarah & Budaya – Nama Pangeran Aria Soeria Atmadja semakin dikenal generasi muda Sumedang.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Ini bukti bahwa putra-putri daerah mampu bersaing di level global. Nama Pangeran Aria Soeria Atmadja yang diabadikan pada anggrek ini adalah pengingat bahwa semangat kepemimpinan dan pembangunan beliau harus terus kita lanjutkan,” ujarnya.
Seperti Apa Rupa Anggrek Sumedang?
Berdasarkan informasi dari tim Suhara, ketiga anggrek tersebut memiliki ciri khas:
- Dendrobium Aria Soeria Atmadja – Kelopak berwarna putih bersih dengan bibir bunga ungu tua.
- Dendrobium Aria Soeria – Nuansa kuning keemasan dengan corak merah muda di ujung kelopak.
- Dendrobium Soeria – Perpaduan ungu muda dan putih, sangat anggun dan tahan lama mekar hingga 6 minggu.
Langkah ke Depan: Menjadikan Sumedang sebagai Kota Anggrek
Dengan capaian ini, Pemkab Sumedang berencana menginisiasi:
- Festival Anggrek Sumedang tahunan
- Pelatihan budidaya anggrek untuk masyarakat umum
- Kerja sama ekspor dengan pembibitan di Belanda dan Thailand
Kesimpulan: Dua Warisan Abadi dari Sumedang
Pengakuan dari Royal Horticultural Society bukan sekadar sertifikat. Itu adalah panggung dunia yang sedang meneriakkan nama Sumedang sekaligus mengenang kembali jasa Pangeran Aria Soeria Atmadja. Dari tangan-tangan terampil warga Tanjungsari, lahirlah keindahan yang diakui secara internasional – sekaligus penghormatan abadi bagi pahlawan daerah.
Mari kita dukung terus para inovator lokal. Karena siapa tahu, berikutnya akan ada Dendrobium Infosumedang yang juga mendunia!
Sumber: detikJabar (14 April 2026), Harapan Rakyat, Wikipedia bahasa Indonesia, dan berbagai sumber terpercaya lainnya.
Terus pantau infosumedang.com untuk berita eksklusif seputar prestasi dan perkembangan Sumedang.
Jangan lupa bagikan artikel ini ke media sosial Anda agar semakin banyak yang tahu bahwa Sumedang bukan hanya tahu, tapi juga anggrek kelas dunia dan rumah bagi pangeran pahlawan!







