InfoSumedang.com – Pamulihan |
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Kebencanaan di Aula Antariksa Kecamatan Pamulihan, Rabu (10/12). Kegiatan ini diikuti puluhan warga, relawan, dan perangkat desa.
Pelatihan tersebut bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Pada kesempatan itu, BPBD juga memperkenalkan aplikasi InaRISK Personal dari BNPB kepada para peserta.
Aplikasi digital tersebut membantu warga mengecek tingkat risiko bencana di lokasi masing-masing. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sumedang, Dewi Juwita, S.S., M.M., menjelaskan fungsi dan manfaat aplikasi tersebut.
“InaRISK bukan sekadar app, tapi senjata andalan warga Sumedang lawan bencana,” ujarnya saat sesi sosialisasi.
Ia menambahkan, aplikasi ini menampilkan peta ancaman banjir dan longsor berdasarkan titik lokasi pengguna. Warga juga memperoleh rekomendasi langkah mitigasi yang dapat diterapkan.
Dewi Juwita menjelaskan lebih lanjut bahwa InaRISK mengklasifikasikan wilayah ke dalam zona merah, kuning, atau hijau sesuai tingkat risiko. Dengan begitu, warga dapat memantau status keamanan lingkungan tempat tinggalnya secara langsung.
Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Jajang, warga Desa Citali, mengaku langsung mengunduh dan mencoba aplikasi itu. Meski baru mempelajari sekilas, ia menilai InaRISK sangat bermanfaat.
Di akhir kegiatan, Dewi Juwita berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan InaRISK secara rutin. “Jangan tunggu bencana datang—cek InaRISK rutin,” pesannya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sumedang dalam meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat melalui program berkelanjutan.(Dhs)











