INFO SUMEDANG, JAKARTA – (BGN) resmi meluncurkan layanan Call Center SAGI 127 sebagai sarana pengaduan masyarakat untuk mengawasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Melalui layanan ini, masyarakat kini dapat melaporkan berbagai persoalan terkait kualitas makanan, distribusi, hingga pelaksanaan program secara langsung melalui nomor 127 yang aktif selama 24 jam.
Peluncuran tersebut disampaikan dalam siaran pers resmi BGN Nomor SIPERS-342/BGN/11/2025 tertanggal 17 November 2025, bersamaan dengan pengenalan tema nasional “Makan Bergizi, Hak Anak Indonesia”.
Kepala BGN, , menegaskan bahwa layanan ini menjadi bagian penting dalam menjamin pemenuhan hak gizi anak sekaligus membuka ruang pengawasan publik.
Baca Juga : Klarifikasi Bolu Berjamur di Sumedang, Kepala SPPG Kebonhui Minta Maaf dan Ganti dengan Wafer
Langkah Antisifasi Pemda Sumedang, Progam MBG di Ujungjaya Dihentikan Sementara
Kecelakaan Maut di Sumedang: Truk Terobos Lampu Merah, 2 Orang Tewas
“Makan bergizi bukan sekadar program, tetapi hak setiap anak Indonesia. Melalui Call Center 127, kami membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi,” ujarnya.
Call Center SAGI 127 hadir sebagai layanan pengaduan dan konsultasi gizi yang dapat diakses oleh siswa, orang tua, sekolah, hingga masyarakat umum. Selain menerima laporan, layanan ini juga memberikan edukasi terkait pemenuhan gizi anak.
Kehadiran layanan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di tingkat nasional.
Relevansi di Daerah
Program ini juga memiliki kaitan erat dengan pelaksanaan MBG di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sumedang. Dalam beberapa waktu terakhir, isu kualitas makanan dalam program tersebut sempat menjadi perhatian publik.
Dengan adanya Call Center 127, masyarakat kini memiliki saluran resmi untuk menyampaikan keluhan maupun laporan secara langsung kepada pemerintah pusat.
BGN menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kualitas program agar tetap berjalan sesuai standar.
Selain itu, BGN turut memperkenalkan maskot SAGI (Sentra Aduan Gizi Indonesia) sebagai simbol layanan pengaduan yang merepresentasikan keseimbangan gizi, dengan karakter berkepala tomat dan berbadan ayam.
“Pemenuhan hak gizi anak adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif mengawasi dan memastikan kualitas makanan yang diberikan,” tambah Dadan.
Dengan hadirnya layanan ini, diharapkan pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis semakin optimal serta mampu menjamin setiap anak Indonesia mendapatkan makanan yang aman, layak, dan berkualitas.*(Dhs)
Berita ini disadur dari siaran pers resmi .









