Infosumedang.com – Kepala desa diajak pantau dapur MBG langsung ke lapangan setelah ratusan siswa diduga keracunan di Sumedang. Pemerintah memastikan setiap dapur bersih, aman, dan memenuhi standar kesehatan. Langkah ini mencegah kejadian serupa terulang dan meningkatkan pengawasan makanan bergizi untuk siswa.
Kembali Terjadi Keracunan Masal MBG, Sisakan Rasa Cemas Para Orang Tua Murid
Kepala Desa Turun Tangan dalam Pengawasan MBG
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menekankan pengawasan MBG bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ia menyebut, kepala desa dan camat akan memeriksa setiap dapur, bersama tim sanitarian dan ahli gizi. Mereka mengecek kebersihan, kualitas makanan, dan distribusi agar program MBG sukses bagi siswa.
Langkah Antisifasi Pemda Sumedang, Progam MBG di Ujungjaya Dihentikan Sementara
Tim Ahli Pemkab Pantau Dapur MBG
Pemkab menurunkan tim ahli, termasuk sanitarian dan ahli gizi, untuk memantau proses pengolahan makanan. Kehadiran kepala desa memastikan dapur bersih, makanan didistribusikan aman, dan siswa menerima makanan bergizi. Pemerintah melakukan pengecekan rutin agar kualitas MBG selalu terjaga.
Program MBG Tetap Jalan, Kepala Desa Jadi Penentu
Meskipun terjadi dugaan keracunan, program MBG tetap berjalan. Tujuannya meningkatkan kesehatan dan kekuatan generasi penerus bangsa.
> “Makanan bergizi gratis harus sukses, karena program ini bagus dan mulia untuk menjadikan anak Indonesia sehat dan kuat,” tegas Bupati Dony. Peran kepala desa membuat pengawasan lebih merata dan efektif di seluruh Sumedang.
Partisipasi Aktif Kepala Desa Penting untuk Keberhasilan
Keberhasilan MBG membutuhkan kepala desa yang aktif di setiap wilayah. Dengan keterlibatan mereka, pemerintah menjaga dapur, kebersihan, keamanan, dan kualitas makanan. Langkah ini meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya makanan bergizi bagi anak-anak.









