Menyajikan Fakta, Menghubungkan Warga Sumedang

Longsor di Sanggiang Sumedang, Petani Cemas

InfoSumedang.com

Sumedang selatan| Longsor raksasa menimbun total Saluran Air Sanggiang di Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, pada Kamis (9/4/2026). Material setinggi 200 meter dan lebar 100 meter itu menutup satu-satunya sumber irigasi bagi 100 hektar sawah. Akibatnya, para petani di empat wilayah RW mulai cemas menghadapi musim kemarau mendatang.

Bencana ini langsung memutus akses pengairan warga. Empat RW yang terdampak adalah RW 04, 05, 06, dan 07. Mereka selama ini sangat bergantung pada Saluran Sanggiang untuk mengairi lahan pertanian.

Hingga saat ini, pasokan air masih terbantu oleh curah hujan. Namun, para petani sudah diliputi kekhawatiran mendalam. Mereka tahu kondisi akan berubah drastis begitu musim kemarau tiba.

Ketua RT 02/RW 05, Hasan, mengungkapkan situasi genting tersebut di lokasi bencana, Sabtu (11/4/2026). Ia menjelaskan bahwa warga saat ini hanya mengandalkan debit air dari Curug Jangkung.

“Debit air dari Curug Jangkung itu sangat kecil kalau kemarau. Tanpa Saluran Sanggiang, kami pastikan warga akan kesulitan air,” ujar Hasan dengan nada cemas.

Selama sepekan terakhir, masyarakat Dusun Nangorak sudah bahu-membahu melakukan kerja bakti. Mereka berusaha membersihkan material longsor secara swadaya. Namun, volume tanah, batu, dan pepohonan terlalu besar.

Upaya manual tersebut tidak maksimal karena minimnya alat berat. Warga pun menyadari bahwa tanpa bantuan teknis dari pemerintah, pembersihan saluran hampir mustahil dilakukan.

Pada Sabtu ini, titik terang mulai muncul. Tim BPBD Kabupaten Sumedang tiba di lokasi untuk membantu warga. Petugas langsung mengevakuasi dan memotong pepohonan besar yang menutupi akses.

Ketua RW setempat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat dari BPBD. Namun, ia menegaskan bahwa pekerjaan besar masih menanti.

Warga kini menaruh harapan besar kepada Dinas PUPR Kabupaten Sumedang, khususnya Bidang Sumber Daya Air. Mereka meminta agar pihak dinas segera menurunkan alat berat untuk normalisasi saluran.

Selain itu, warga juga berharap pihak Perhutani ikut bekerja sama. Area longsoran berada di kawasan vegetasi yang memerlukan penanganan khusus dari pengelola hutan.

“Kami memohon Pemkab Sumedang melalui instansi terkait bisa segera turun tangan. Ini bukan sekadar soal air, tapi soal kelangsungan hidup para petani di Dusun Nangorak,” tutup Hasan.

Para petani berharap bantuan datang sebelum kemarau panjang tiba. Jika tidak, puluhan hektar sawah terancam gagal panen.(Dhs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PETIR800 LOGIN PETIR800