Info Sumedang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab untuk memperkuat budaya kerja berbasis data guna mewujudkan tata kelola pemerintahan berkualitas dan mendukung program Sumedang Simpati. Ajakan itu disampaikan dalam Apel Pagi Gabungan di Lapangan Upacara Setda, Senin (6/7/2026).
Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya prinsip Good Data, Good Decision, Good Result. Ia menegaskan bahwa setiap program dan kegiatan harus disusun berdasarkan data akurat agar intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran, terutama dalam penanganan kemiskinan, stunting, hingga berbagai program sosial yang telah memiliki data by name by address.
“Data harus menjadi dasar pengambilan keputusan. Jangan sampai kita memiliki data yang lengkap, tetapi program yang dilaksanakan tidak menyasar masyarakat yang paling membutuhkan,” tegas Tuti.
Apel gabungan yang diikuti para kepala perangkat daerah, pejabat struktural, ASN, hingga peserta PKL itu juga menjadi momen apresiasi atas keberhasilan Sumedang masuk lima besar nasional dalam Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026. Meski demikian, Sekda mengingatkan agar seluruh jajaran tidak terlena oleh prestasi.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh perangkat daerah. Namun penghargaan bukan tujuan akhir, melainkan penyemangat agar kita terus meningkatkan kualitas pembangunan,” ujarnya. Berbagai catatan dan masukan dari tim penilai, kata dia, harus dijadikan bahan evaluasi untuk penyempurnaan ke depan.
Selain soal data, Sekda juga meminta percepatan pelaksanaan program strategis seperti pembangunan rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pengadaan barang dan jasa, pengendalian pembangunan, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sisi lain, pengelolaan sampah di lingkungan kerja juga akan diperketat penilaiannya sebagai bagian dari evaluasi kinerja ASN.
Menghadapi penyusunan program tahun 2027, seluruh perangkat daerah diminta tidak lagi menggunakan pola kerja lama atau sekadar menyalin program sebelumnya. Kegiatan harus bersifat inovatif, berbasis data, dan berorientasi pada hasil.
“Kita tidak boleh hanya berpikir pada output kegiatan, tetapi harus sampai pada outcome atau dampaknya bagi masyarakat. Keberhasilan pembangunan diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di akhir arahannya, Sekda mengajak seluruh ASN untuk mengimplementasikan nilai-nilai BerAKHLAK yang meliputi berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, hingga kolaboratif dalam setiap pelaksanaan tugas.(Dhs)











